Kamis, 27 Oktober 2011

Akta Jual Beli Ganda, Camat Berulah


MERASA DITIPU.  H Ago, pemilik tanah tersebut merasa ditipu dan diperas oleh Dg Rowa, keluarga dekat Camat Galut Jihad Husain. Ironisnya lagi, karena H Ago sebagai korban justru dilaporkan ke Polres Takalar dengan tuduhan penipuan dan penggelapan oleh Dg Nyau, keponakan Dg Rowa.
--------------

Akta Jual Beli Ganda, Camat Galut Berulah
Camat Galesong Utara (Galut) Jihad Husain menganggap persoalan terbitnya akta jual-beli ganda tidak perlu dipermasalahkan lagi. Menurutnya, hal ini sudah diputihkan laporannya oleh Polres Takalar. Karena pelapor yang bernama Dg Nyau sudah mencabut laporannya atas desakan pak Camat.

Sementara H Ago, pemilik tanah tersebut merasa ditipu dan diperas oleh Dg Rowa, keluarga dekat Camat Galut Jihad Husain. Ironisnya lagi, karena H Ago sebagai korban justru dilaporkan ke Polres Takalar dengan tuduhan penipuan dan penggelapan oleh Dg Nyau, keponakan Dg Rowa.

Menurut H Ago, awalnya dirinya menjual tanah kepada Dg Rowa dan sepakat harganya Rp 200 juta. Juga dirinya sepakat untuk dipanjar oleh Dg Rowa sebesar Rp 47 Juta. Akan tetapi, sudah sekitar 2 tahun lamanya, Dg Rowa tidak pernah lagi memberikan sisa harga tanah itu yang masih ada Rp 153 juta. Sementara, H Ago sudah didesak oleh bank harus membayar sisa kredit pinjaman.

Kepada Tabloid LINTAS di rumah Dg Azis, salah seorang kerabatnya, beberapa waktu lalu, H Ago mengatakan, karena sudah jatuh tempo dan semakin didesak oleh bank untuk melunasi kredit yang diambilnya, dirinya pun berupaya mencari pembeli tanah.

"Akhirnya saya berhasil mendapatkan pembeli dengan harga Rp 150 juta dengan luas seperdua atau setengah dari luas tanah yang pernah mau dijual kepada Dg Rowa. Setelah dibayar, saya kembalikan uang panjar yang pernah saya terima dari Dg Rowa sebesar Rp 75 juta. Tetapi Dg Rowa meminta ditambah Rp 20 Juta lagi. Saat itu saya menolak. Pak Camat, Jihad Husain bilang, berikan saja Rp 15 juta, tetapi saya tetap menolaknya," tandas H Ago.

Atas penolakannya memberi tambahan uang sebesar Rp 20 juta itu, H Ago kemudian dilaporkan oleh Dg Rowa ke kantor polisi dengan tuduhan penggelapan. Adapun bukti penggelapan yang dipakai Dg Rowa bahwasanya ada akta jual-beli kalau tanah itu sudah dibelinya dari tangan H Ago seharga Rp 200 juta dengan secara tunai.

Sehubungan dengan adanya akta jual beli tanah seharga Rp 200 Juta yang dibeli Dg Rowa, menurut H Ago langsung menegaskan bahwa akta jual beli tanah itu palsu.

"Semua itu palsu dan direkayasa oleh Dg Rowa bersama Pak Camat Galut yang dijabat Jihad Husain pada waktu itu," tandasnya.

H Ago mengatakan, seingat dirinya, Dg Rowa pernah datang ke rumahnya meminta menandatangani akta jual beli dalam bentuk terformat kosong, juga tanda tangan anak H Ago sebagai saksi.

"Dia memang pernah datang ke rumah meminta saya dan anak saya bertanda-tangan, tetapi anak saya tidak pernah bertanda-tangan," ungkapnya.

Camat Galesong Utara Jihad Husain, yang dikonfirmasi tentang akta jual beli ganda yang ditandatanganinya meminta agar masalah tersebut tidak perlu dipersoalkan.

"Tidak usah dipersoalkan lagi, sebab ini saya sudah menyuruh Dg Nyau mencabut laporannya di Polres Takalar," katanya. (Eka/Irfan/LINTAS)


[Terima kasih atas kunjungan, komentar, serta kritik dan sarannya di blog Tabloid Lintas - Makassar.]

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | coupon codes